PENDERITAAN RAKYAT KECIL

Dari hari kehari kita semakin banyak melihat kemiskinan dan penderitaan rakyat indonesia , yang semakin meluas dan melebar kemana-mana dan seharusnya mereka bisa merasakan kenikmatan dan kemerdekaan yang mereka miliki tapi malah sebaliknya.Bukan merasakan kenikmatan tersebut tapi malah merasakan kemiskinan dan kesengsaraan tersebut dikarena ulah oleh segelintir orang-orang yang serakah. Yang mana mereka sudah merasakan sangat banyak , tapi tidak merasa belum cukup puas.

Seperti banyak yang kita liat penderitaan rakyat Indonesia yang terjadi di daerah-daerah seperti di daerah PAPUA  banyak dari mereka yang tadinya punya tempat tinggal akhirnya mereka sekarang kehilangan tempat tinggal dan sampai sekarang tidak jelas penyelesaiannya.

Bagaimana caranya untuk menolong mereka, ini karena suatu hal mereka sekarang menjadi menderita karena mereka kehilangan tempat tinggal , pekerjaan , anak-anak mereka kehilangan tempat sekolah , dan ada yang kehilangan tempat usaha mereka dan semua ini kelihatannya masih belum terselesaikan, dan bahkan pemerintah belum memberikan apa yang seharusnya dia lakukan. kepada masyarakat miskin.

Ditambah lagi kenaikaan harga bbm mengusung penderitaan baru rakyat,Pemerintah berpandangan, harga BBM dalam negeri lebih murah daripada harga BBM di pasar internasional karena memperoleh subsidi dari negara. Karena itu, menaikkan harga BBM adalah upaya untuk mengurangi beban anggaran negara.

Rakyat di negeri ini sepertinya memang tidak akan pernah lagi bisa bernafas lega. Kebijakan pembatasan BBM bersubsidi tidak bisa ditawar lagi. Satu April nanti pemerintah sudah akan ketok palu untuk menaikan harga BBM. Dalih untuk menyelamatkan negara karena alokasi anggaran untuk BBM terlalu membebani APBN menjadi senjata andalan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, membatasi BBM bersubsidi, dan mencabut subsidi. 

Pemerintah seolah menjadi pahlawan penyelamat anggaran agar tidak defisit. Tetapi mereka tidak melihat, hal ini justru akan membuat beban hidup rakyat ke depan semakin berat. Untuk mengukuhkan posisinya, pemerintah pun mengajukan berbagai alasan yang dirasionalisasikan agar masyarakat sepakat dengan kebijakan pemerintah.

Ironisnya, tahun 2012 pemerintah terus menambah utang dalam bentuk Surat Utang Negara (SUN) hingga Rp134 triliun dan utang luar negeri Rp54 triliun. Padahal, ada sisa sisa APBN 2010 Rp57,42 triliun ditambah sisa APBN 2011 Rp 39,2 triliun. Untuk apa utang ditambah, tapi ada sisa dan tidak digunakan?

                                       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s