KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MSN

MSN.com adalah Microsoft Network atau MSN adalah layanan situs web portal yang dimiliki oleh Microsoft. Diluncurkan pada tanggal 24 Agustus 1995, MSN dapat dioperasikan dengan sistem operasi Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows XP dan Windows Vista. MSN pada awalnya dikuasai oleh Yahoo! dan mereka berniat untuk mempunyai pencarian produk tersebut pada tahun 2004 dan telah menyebarkan beberapa dokumen penelitian ini tidak pasti jika tidak akan dibantu oleh algoritma.

 

  Bagian-bagian dari MSN adalah 

        Windows Live Hotmail, atau lebih dikenal dengan Hotmail adalah layanan email gratis popular dari Microsoft, bagian dari layanan-layanan Windows Live. Versi terbaru ini diumumkan pada tanggal 1 November 2005 sebagai update dari layanan MSN Hotmail yang sudah ada. Setelah diluncurkannya versi beta, Windows Live Hotmail diluncurkan secara resmi pada tanggal 7 Mei 2007

        Windows Live Messenger adalah program perangkat lunak pengirim pesan instan yang dikembangkan oleh MSN. Terdapat fasilitas untuk mencari orang yang ada di situs tersebut. Program yang dapat didownload meliputi messengersurel, penulis atau writer, galeri foto, pembuat film betakeamanan keluarga dan kotak peralatan.

  • My MSN  
  • Microsoft Internet Explorer 8

 

MSN di dalamnya juga terdapat beberapa site akses diantaranya :

MSN Image adalah situs web yang digunakan untuk mencari gambar tertentu. Sama seperti Google Image Search, pengguna hanya mengetikkan kata kunci tersebut, lalu gambar tersebut ditemukan.

MSN Videos adalah situs web yang digunakan untuk mencari video tertentu, sama seperti YouTube. Tetapi pertama pengguna harus menentukan negara dan bahasanya, sepertinegara Indonesia dengan bahasa Inggris.

MSN Shopping adalah situs web portal berbelanja online yang dimiliki oleh MSN dan berkompetisi dengan Yahoo!. MSN Shopping juga terdapat fasilitas pencarian produk. MSN Shopping kini tersebar di seluruh dunia.

Berikut ini kelebihan menggunakan MSN :

  1. mampu mencari video, musik, gambar, dan beragam formatfile spesial .          

 

Dan disamping kelebihan juga ada kekurangan dalam  menggunakan MSN :

  1. Pencarian. Dibutuhkan waktu yang lama sampai hasil ditampilkan di halaman MSN.
  2. Pengguna juga sulit membedakan antara iklan dan bukan iklan pada halaman pencariannya.
  3.  Penampilan iklan hanya dibedakan dari hasil asli melalui sebuah titik di depannya.
Iklan

Perkembangan arsitektur di indonesia

MELIHAT kenyataan yang ada pada saat ini, terasa sangat sukar untuk menentukan jalan yang terbaik bagi perkembangan arsitektur. Begitu hebatnya arsitektur, meluncur secara cepat dengan gaya dan bentuk-bentuk barunya, mencoba menerjang arsitektur yang ada di negara kita. Sebaliknya, para arsitek kita (tidak semuanya) mencoba mengangkat dirinya sejajar arsitek besar semacam Le Corbusier, Frank Llyod Wright, Mies van der Rohe, dan sebagainya.
Usaha untuk mencari identitas nasional saat ini mulai berkembang, tidak hanya pada masalah kepribadian manusia tetapi juga arsitektur bangunannya. Bahkan Gubernur Jawa Tengah Ismail pada waktu itu, memerintahkan agar atap Rumah Sakit Prof. Margono Sukardjo di Purwokerto diubah atapnya menjadi atap joglo, sedangkan bangunan itu mempunyai gaya arsitektur Yunani, sungguh berani kebijakan Gubernur tersebut (Tempo 1 September 1984). Pada hal permasalahan yang nampak di sini adalah masalah arsitektur bukan masalah sosial dan kepribadian lagi, tapi karakter yang nantinya akan selalu dibawa oleh bangunan itu sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Perancangan bangunan saat ini bukan memodernisir arsitektur, arsitektur adalah pemecah masalah. Di samping itu, juga ada unsur-unsur bentuk, pola, gaya, karakter, filosofi, dan sebagainya.
Bangunan-bangunan perumahan atau perkantoran yang menggunakan unsur-unsur arsitektur Spanyol dan Yunani, gejalanya sudah sampai pada tingkat memprihatinkan. Perkembangan dan perubahan yang menyangkut selera arsitektur itu pada gilirannya akan mempengaruhi suasana lingkungan hidup serta mengubah perilaku masyarakat sekitarnya, kata Prof. Dr. Ir. Parmono Atmadi (Kompas 22 September 1984).Pada umumnya para arsitek kurang sekali dengan memperhatikan pengembangan konsep perancangan, di dalam menyelesaikan hasil rancangannya. Karakter atau sifat suatu bangunan akan memberikan dampak pada perkembangan dan pola hidup kebutuhan manusia dan lingkungannya, dari sinilah kita dituntut untu dapat menguasai atau mengerti masalah lingkungan.
Bukan hanya bangunan-bangunan yang membuat loncatan-loncatan jauh, rumah-rumah tinggalpun juga mengalami revolusi. Berbagai gerakan telah membangun konsepsi terbarunya bagi kehidupan di dalam rumah tinggal, dengan terlebih dahulu menafsirkan gaya hidup modern. Ada diktum Le Corbusier berbunyi: “rumah tinggal adalah mesin”, mesin yang dimaksud oleh arsitek ini adalah, peralatan rumah tangga yang dapat untuk mengefisienkan kerja.
Kalau kita lihat sejenak akan perkembangan arsitektur di Indonesia dewasa ini, maka sudah banyak bermunculan bangunan dengan corak dan ragamnya. Bentuk-bentuk spanyolan dengan kolom-kolom korintian bermunculan di kota-kota besar dan pelosok-pelosok desa, bahkan rumah-rumah BTN-pun yang mungkin masa pembayarannya belum lunas dirombak besar-besaran untuk diganti dengan model spanyolan. Sebagian besar bentuk spanyolan masih berfungsi dalam pengertian yang tidak lengkap, mungkin kita bisa bertanya dalam hati, dari mana jalurnya?
Belum terlihat adanya penafsiran tentang ruang hidup dalam sebuah rumah tinggal, pada umumnya memang sulit karena tidak meratanya kebiasaan hidup pada masyarakat Indonesia. Di kota-kota besar, sejumlah rumah sudah mengikuti konsep Corbusier, namun kadang-kadang masih juga terganggu oleh kebiasaan-kebiasaan yang tidak biasa diterapkan di situ. Paling parah dari arsitektur rumah tinggal ini adalah caranya berkembang dan pertumbuhan coraknya. Hampir semua arsitek mengeluh karena tempatnya tidak karuan, bentuknya yang campur aduk.
Pembaruan dari konsep perancangan bukan berarti pembauran komponen bangunan yang hanya mengambil komponen dari berbagai macam langgam lain, maka akan menjurus pada “arsitektur eklektis”. Penggunaan kolom Yunani jendela spanyolan yang sudah melanda masyarakat saat ini merupakan petunjuk yang nyata. Seharusnya bangunan untuk rumah tinggal dibangun sesuai dengan bagaimana manusia dapat hidup lebih nyaman, seperti yang dikatakan Frank Lloyd Wright dalam (The Future of Architecture, Horizon Press, Inc. 1970), rumah dibangun untuk memenuhi kebutuhan manusia agar bisa hidup lebih bahagia dan rumah merupakan kebutuhan yang utama dari suatu keluarga. Jadi bukan diciptakan suatu bangunan untuk merusak manusia, dalam lingkup yang lebih luas lagi pola hidup, tingkah laku dan kenikmatan hidup manusia menentukan ungkapan arsitekturnya. Menurut Eugene Raskin, manusia merasa adanya suatu keharusan untuk selalu membangun yang lebih baik. Mengingat arsitektur adalah cermin masyarakat, maka masalah arsitektur yang terbanyak adalah masalah sosial dan lainnya baru menyangkut masalah teknis. Tapi kenyataannya justru makin tidak teratur, karena terlalu banyak masalah engineering yang ditonjolkan dari masalah sosial yang terdapat di dalam masyarakat.
Bila arsitektur diterangkan asal mulanya dari pangkal-pangkal yang saling bertentangan satu sama lainnya, maka tidak satupun manusia akan heran, karena saat ini terdapat pendapat yang sangat berlainan mengenai tujuan arsitektur. Tujuan menciptakan bangunan adalah usaha manusia untuk meluruskan keadaan di sekeliling dengan pandangan hidupnya, dari menetapkan tujuan yang tiada berubah untuk arsitektur. Dengan demikian, tujuan sangat terikat pada faktor manusianya yang selalu berubah-ubah setiap saat. Arsitektur haruslah selalu bisa untuk dikembangkan atas dasar dari pengembangan masa lalu, dibangun waktu ini dalah untuk menghadapi hari depan, demikian menurut Mario Salvadori. Secara umum arsitektur justru akan mencakup masalah yang luas dan kompleks, menurut para ahli arsitektur dapat memberikan petunjuk mengenai cara hidup, tingkat perkembangan sosial, ekonomi, budaya, dan kepercayaan suatu jaman tertentu. Perkembangan arsitektur tidak hanya tergantung pada kemampuan para arsitek tetapi juga lebih banyak tergantung dari tanggapan dan apresiasi masyarakat. Seperti apa yang dikatakan William Wayne Caudill dalam (Architecture by Team, Van Nostrad Reihold 1971), “Bentuk dan raung adalah bukan arsitektur, arsitektur terjadi apabila seseorang sedang menikmati bentuk dan ruang tersebut”. Masyarakat di sini sangat dituntut untuk ikut berperan dalam perkembangan arsitektur, maka pembinaan pengertian serta penghayatan akan pentingnya peran arsitek di dalam pembinaan bangsa perlu mendapat perhatian khusus oleh masyarakat. Tetapi kenyataan yang nampak pada saat ini, yaitu melebarnya perbedaan antara arsitek, pemerintah dan masyarakat cenderung mengemukakan kebijaksanaan yang bersimpangan secara telak dengan idealisme para arsitek. Menurut Prof. VR. Van Romondt mengatakan, sangat disayangkan bahwa arsitektur bagi kebanyakan orang di Indonesia telah menjadi pengertian uyang tanpa isi. Mereka hanya mengenal luarnya, melihat sebagai dinding muka yang indah bagi sekumpulan ruang di dalam suatu bangunan. Sebagaimana manusia bahkan tidak lagi insaf, bahwa tiap ruang mengandung buah pikiran, dan bahwa ukuran, perbandingan serta cara untuk mengisi dan memberi penerangan justru akan memberikan banyak ragam. Nampaknya, arsitektur kehilangan perasaan untuk keindahan yang mungkin menjadi akibat dari penentuan pribadi yang murni.
Demikianlah meluncur terus gaya dan bentuk arsitektur, menyapu kota-kota besar hingga sampai pelosok desa, dan memang seakan-akan sedang mencari bentuk-bentuk arsitektur untuk bisa ditancapkan di atas bumi ini. Arsitek sendiri, berjalan dengan penuh keyakinan untuk diakui identitas dan hasil karyanya. Bersama itu pula, muncul gertakan untuk pemakaian atap joglo, agar lebih kelihatan ciri khas arsitektur tradisionil atau berkepribadian Indonesia. Arsitektur bukan bukan sekedar perwujudan fisik bangunan, arsitektur adalah bagian yang utama dan paling depan dari ruang, bukan bentuk dan fungsi. Bruno Zevi (1957) mengatakan: “Untuk mengerti, bagaimana kita melihat dan mengetahuinya, inilah salah satu kunci utama untuk mengerti dan memahami suatu bangunan”. Kemungkinan perkembangan arsitektur di Indonesia bisa menjelaskan gejala yang timbul saat ini, barangkali inilah yang disebutkan oleh kalangan arsitek sebagai gejala ke barat-baratan atau corak lain untuk para arsitek kita yang lepas landas, menuju arsitektur masa kini. Pandangan yang sangat jauh terjadi mungkin karena arsitektur tradisonil kehilangan kesempatan untuk berkembang dan akhirnya sampai kebentuk arsitektur masa kini. Perkembangan corak arsitektur ini bukannya lenyap sama sekali namun terbatas pada perkembangan masyarakat sekelilingnya.
Sebenarnya ada empat prinsip sebagai landasan mengembangkan arsitektur berkepribadian Indonesia yang moder menurut Prof. Ir. Sidharta, yaitu (1). Arsitektur Indonesia mencerminkan iklim tropis lembab; (2). Penggunaan bahan lokal; (3). Pemanfaatan adanya seni kerajinan di Indonesia; dan (4). Keanekaragaman budaya daerah harus selalu dikembangkan (Kompas 22 Agustus 1984). Karena semua sangat besar kaitannya dengan masyarakat, terkadang corak dan bentuk arsitektur masa kini seperti mencapai titik ideal. Siapapun tk akan bisa menyangkal, setelah semuanya berkembang dan memantulkan seluruh kehidupan masyarakat dan inilah barangkali yang selalu mempesona para arsitek.
Pada sisi lain, perubahan memang berjalan lambat, tetapi setelah melalui masa datar, dengan tiba-tiba pengaruh arsitektur mutakir datang pula ke negeri ini, membawa nilai-nilai arsitektur tersendiri. Sebenarnya ada dua masalah pokok yang harus diperhatikan di dalam merencana dan merancang karya yang bernila arsitektur, ialah Guna dan Citra demikian kata seorang arsitek, kolumnis dan novelis YB. Mangunwijaya. Guna, mewujudkan pada keuntungan, pemanfaatan dan pelayanan yang dapat kita peroleh dari bangunan, sedangkan Citra, mewujudkan suatu gambaran (image) suatu kesan penghayatan yang menangkap arti bagi seseorang. Tetapi dapatkah gagasan ini terlaksana dengan sempurna, semua akan kembali kepada pribadi para arsitek lagi, memang sangat sulit. Kesulitan inilah yang harus selalu diatasi lewat komunikasi terus menerus dengan partisipasi penuh dari segenap lapisan masyarakat.
Pada umumnya, masyarakat kita sudah terkena sindrom akan mode-mode gothic, barok, rococo, korintian dan bentuk-bentuk klasik lainnya. Hampir keseluruhannya berasal dari daratan Eropa, tidak heran kalau rumah-rumah tinggal menampilkan jendela lengkung dengan kolom korintian, ibarat istana kecil di tengah perkampungan. Tidak hanya rumah tinggal saja, pusat perbelanjaan, hotel, pusat rekreasi dan sebagainya, terkena juga irama mode tersebut.
Perkembangan semakin pesat baik pertambahan penduduk, teknologi maupun hasil karya arsitektur, sudah melampaui batas-batas nilai martabat manusia. Mungkin hanya wujud fisik bangunan yang akan membeberkan fakta dari hasil kerja para arsitek, yang berangkat dari berbagai ragam pandangan, dan akhirnya akan membawa kita kepada keadaan yang serba asing sesuai jamannya, tempat arsitek berpijak dan dialah yang akan memulainya. Asitektur adalah bukan produk dari material, demikian juga bukan masalah sosial tetapi merupakan penjiwaan dari suatu perubahan jaman, demikan Nikolaus Pevsner (An Outline of European Architecture, 1960). Di sini bukan berarti perkembangan arsitektur selalu bebas tanpa batas yang jelas, sekali lagi arsitektur adalah pemecahan masalah bukan menambah permasalahan.Saya tidak akan menyalahkan penjiplakan dari karya-karya itu menyalahi aturan, tetapi kecenderungan yang membawa hal-hal kenikmatan pribadi arsitek hendaknya dihalau, moral untuk mencegah dan menghadapi sindrom tersebut di atas harus segera ditegakkan. Sebab perjalanan kebudayaan adalah juga perjalanan masyarakat dan arsitekturnya, sedangkan sejarah yang akan mencatatnya.

Tipe-tipe Keluarga

· The Nuclear family (keluarga inti)
Keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak
· The dyad family
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri (tanpa anak) yang hidup bersama dalam
satu rumah.
· Keluarga usila
Keluarga yang terdiri dari suami dan istri yang sudah tua dengan anak yang sudah
memisahkan diri.
· The childless family
Keluarga tanpa anak karena terlambat menikah dan untuk mendapatkan anak
terlambat waktunya yang disebabkan karena mengejar karier/pendidikan yang
terjadi pada wanita.
· The extended family
Keluarga yang terdiri dari dari tiga generasi yang hidup bersama dalam satu rumah,
seperti nuclear family disertai: paman, tante, orang tua (kakek-nenek), keponakan
· The single parent famili
Keluarga yang terdiri dari satu orang tua (ayah atau ibu) dengan anak,
5
hal ini terjadi biasanya melalui proses perceraian, kematian dan ditinggalkan
(menyalahi hukum pernikahan)
· Commuter family
Kedua orang tua bekerja di kota yang berbeda, tetapi salah satu kota tersebut
sebagai tempat tinggal dan orang tua yang bekerja di luar kota bisa berkumpul
pada anggota keluarga pad saat ”weekend”
· Multigenerational family
Keluarga dengan beberapa generasi atau kelompok umur yang tinggal bersama
dalam satu rumah.
· Kin-network family
Beberapa keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah atau saling berdekatan dan
saling menggunakan barang-barang dan pelayanan yang sama (contoh: dapur,
kamar mandi, televisi, telepon,dll)
· Blended family
Duda atau janda (karena perceraian) yang menikah kembali dan membesarkan
anak dari perkawinan sebelumnya.
· The single adult living alone/single adult family
Keluarga yang terdiri dari orang dewasa yang hidup sendiri karena pilihannya atau
perpisahan (perceraian atau ditinggal mati)
b. Non-Tradisional
· The unmarried teenage mother
Keluarga yang terdiri dari orang tua (terutama ibu) dengan anak dari hubungan
tanpa nikah
· The stepparent family
Keluarga dengan orang tua tiri
· Commune family
Beberapa pasangan keluarga (dengan anaknya) yang tidak ada hubungan saudara
yang hidup bersama dalam satu rumah, sumber dan fasilitas yang sama,
pengalaman yang sama, sosialisasi anak dengan melalui aktivitas
kelompok/membesarkan anak bersama.
· The nonmarital heterosexsual cohabiting family
Keluarga yang hidup bersamaberganti-ganti pasangan tanpa melalui pernikahan.
6
· Gay and lesbian families
Seseorang yang mempunyai persamaan sex hidup bersama sebagaimana ”marital
pathners”
· Cohabitating couple
Orang dewasa yang hidup bersama diluar ikatan pernikahan karena beberapa alasan
tertentu
· Group-marriage family
Beberapa orang dewasa yang menggunakan alat-alat rumah tangga bersama, yang
saling merasa telah saling menikah satu dengan yang lainnya, berbagi sesuatu
termasuk sexsual dan membesarkan anak.
· Group network family
Keluarga inti yang dibatasi oleh set aturan/nilai-nilai, hidup berdekatan satu sama
lain dan saling menggunakan barang-barang rumah tangga bersama, pelayanan,
dan bertanggung jawab membesarkan anaknya
· Foster family
Keluarga menerima anak yang tidak ada hubungan keluarga/saudara di dalam
waktu sementara, pada saat orang tua anak tersebut perlu mendapatkan bantuan
untuk menyatukan kembali keluarga yang aslinya.
· Homeless family
Keluarga yang terbentuk dan tidak mempunyai perlindungan yang permanen
karena krisis personal yang dihubungkan dengan keadaan ekonomi dan atau
problem kesehatan mental.
· Gang
Sebuah bentuk keluarga yang destruktif dari orang-orang muda yang mencari
ikatan emosional dan keluarga yang mempunyai perhatian tetapi berkembang
dalam kekerasan dan kriminal dalam kehidupannya.
Menurut Kamanto Sunarto (1993:159-160), keluarga dapat dibedakan menjadi
beberapa bentuk.
1. Berdasarkan keanggotaannya, terdiri dari keluarga batih dan keluarga luas.
2. Berdasarkan garis keturuan, terdiri atas keluarga patrilineal, keluarga
matrilineal, dan keluarga bilateral.
3. Berdasarkan pemegang kekuasaannya, terdiri dari keluarga patriarhat, keluarga
matriarhat, dan keluarga equalitarian.
7
4. Berdasarkan bentuk perkawinan, terdiri atas keluarga monogami, keluarga
poligami, dan keluarga poliandri.
5. Berdasarkan status sosial ekonomi, terdiri atas keluarga golongan rendah,
keluarga golongan menengah, dan keluarga golongan tinggi.
6. Berdasarkan keutuhan, terdiri atas keluarga utuh, keluarga pecah atau bercerai,
dan keluarga pecah semu.

FUNGSI KELUARGA

FUNGSI KELUARGA
  • Menurut Friedman (1999) dalam Sudiharto (2007), lima fungsi dasar keluarga adalah sebagai berikut:
  1. Fungsi afektif, adalah fungsi internal keluarga untuk pemenuhan kebutuhan psikososial, saling mengasuh dan memberikan cinta kasih serta, saling menerima dan mendukung
  2. Fungsi sosialisasi, adalah proses perkembangan dan perubahan individu keluarga, tempat anggota keluarga berinteraksi social dan belajar berperan di lingkungan social
  3. Fungsi reproduksi, adalah fungsi keluarga meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah sumber daya manusia
  4. Fungsi ekonomi, adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti sandang, pangan, dan papan
  5. Fungsi perawatan kesehatan, adalah kekampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami masalah kesehatan.
  • Kemampuan keluarga melakukan asuhan keperawatan atau pemeliharaan kesehatan memengaruhi status kesehatan keluarga dan individu.
 
Tugas-tugas keluarga dalam pamaliharaan kesehatan menurut Friedman adalah:
  1. Mengenal gangguan perkembangan kesehatan setiap anggota keluarga
  2. Mengambil keputusan untuk tindakan kesehatan yang tepat
  3. Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit
  4. Mempertahankan suasana rumah yang menguntungkan untuk kesehatan dan perkembangan kepribadian anggota keluarga
  5. Mempertahankan hubunga timbal balik antara anggota keluarga dan fasilitas kesehatan
 

PENGERTIAN KELUARGA DAN FUNGSI KELUARGA

DEFINISI
  1. Menurut Departemen Kesehatan RI (1988) dalam Ali (2010), keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul serta tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling bergantung.
  2. Ali (2010) mengatakan keluarga adalah dua atau lebih individu yang bergabung karena hubungan darah, perkawinan, dan adopsi dlam satu rumah tangga, yang berinteraksi satu dengan lainnya dalam peran dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
  3. Menurut BKKBN (1999) dalam Sudiharto (2007) keluarga adalah dua orang atau lebih yang dibentuk berdasarkan ikatan perkawinan yang sah, mampu memenuhi kebutuhan hidup spiritual dam materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki hubungan yang selaras, serasi dan seimbang antara anggota keluarga dan masyarakat serta lingkungannya.
    • Menurut Sudiharto (2007), beberapa bentuk keluarga adalah sebagai berikut:
    1. Keluarga Inti ( nuclear family ), adalah keluarga yang dibentuk karena ikatan perkawinan yang direncanakan yang terdiri dari suami, istri, dan anak- anak baik karena kelahiran (natural) maupun adopsi.
    2. Keluarga Besar ( extended family ), keluarga inti ditambah keluarga yang lain (karena hubungan darah), misalnya kakek, nenek, bibi, paman, sepupu termasuk keluarga modern, seperti orang tua tunggal, keluarga tanpa anak, serta keluarga pasangan sejenis (guy/lesbian families).

ISD Sebagai Matakuliah Berkehidupan & Bermasyarakat

.:. ILMU SOSIAL DASAR SEBAGAI KOMPONEN MATA KULIAH DASAR UMUM .:.

      Menghadapi masalah-masalah dalam penyelenggaraan tridarma
perguruan tinggi, demikian pula untuk memenuhi tutuntutan masyarakat dan
negara , maka diselenggarakan program-program pendidikan umum. Tujuan
pendidikan umum di perguruan tinggi adalah :
1. Sebagai usaha membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar
mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama,
 

2. Untuk menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah
dan kenyataan-kenyataan sosial yang timbul di dalam masayrakat
Indonesia,

3. Memberikan pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu
berpikir
secara interdisipliner, dan mampu memahami pikiran para ahli
berbagai ilmu pengetahuan, sehingga dengan demikian memudahkan
mereka berkomunikasi .

Sumber : Metrogaya

Secara khusus mata kuliah dasar umum bertujuan untuk menghasilkan
warga negara sarjana yang :

1. Taqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai
dengan ajaran agamanya dan memiliki toleransi terhadap pemeluk agama
lain,

2. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam
menyikapi permasalahan kehidupan baik sosial, politik maupun
pertahanan keamanan

3. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat
dan secara bersama-sama mampu berperan serta meingkatkan
kualitassnya, maupun lingkungan alamiahnya dan secara bersama-sama
berperan serta didalam pelestariannya.

 
.:. LATAR BELAKANG, PENGERTIAN DAN TUJUAN ISD .:.

Latar belakang diberikannya ISD adalah banyaknya kritik yang ditujukan
pada sistem pendidikan kita oleh sejumlah para cendikiawan, terutama
sarjana pendidikan, sosial dan kebudayaan. Mereka menganggap sistem
pendidikan kita berbau colonial
, dan masih merupakan warisan sistem
pendidikan Pemerintah Belanda, yaitu kelanjutan ari politik balas budi yang
dianjurkan oleh Conrad Theodhore van Deventer. Sistem ini bertujuan
menghasilkan tenaga-tenaga terampil
untuk menjadi “tukang-tukang” yang
mengisi birokrasi mereka di bidang administrasi, perdagangan, teknik dan
keahlian lain, dengan tujuan eksploitasi kekayaan Negara.

 Pendidikan tinggi diharapkan dapat menghasilkan sarjana-sarjana yang
mempunyai seperangkat pengetahuan yang terdiri atas.

1. Kemampuan Akademis : adalah kemampuan untuk berkomunikasi secara
ilmiah, baik lisan maupun tulisan, menguasai peralatan analisis, maupun
berpikir logis, kritis, sitematis, dan analitis, memiliki kemampuan
konsepsional
untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah yang
dihadapi,
serta mampu menawarkan alternatif pemecahannya

2. Kemampuan Professional : adalah kemampuan dalam bidang profesi
tenaga ahli yang bersangkutan.
Dengan kemampuan ini, para tenaga ahli
diharapkan memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang tinggi dalam
bidang profesinya.

3. Kemampuan Personal : adalah kemampuan kepribadian. Dengan
kemampuan ini para tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan
sehingga mampu menunjukkan sikap, dan tingkah laku, dan tindakan
yang mencerminkan kepribadian Indonesia,
memahami dan mengenal
nilai-nilai keagamaan, kemasyarakatan, dan kenegaraan, serta memiliki
pandangan yang luas dan kepekaan terhadap berbagai masalah yang
dihadapi oleh masyarakat Indonesia.

 
.:. ILMU PENGETAHUAN DI BAGI MENJADI TIGA KELOMPOK BESAR.:.

YAKNI :

1. Ilmu-ilmu Alamiah ( Natural Scince ) ;  Ilmu-ilmu alamiah bertujuan
mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.

Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan
menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu,
lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.

2. Ilmu-ilmu sosial ( Social Scince ) : ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk

mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara

manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai
pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

3. Pengetahuan budaya ( The Humanities ) : bertujuan untuk memahami dan
mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk
mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan
kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.

 
.:. PENGERTIAN MASALAH SOSIAL  .:.
 
       Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Sumber : Klik disini
.:. CONTOH MASALAH SOSIAL .:.

contoh masalah sosial dalam masyarakat Indonesia

  1. Penganguran,
  2. Kemiskinan,
  3. Kebodohan,
  4. Pungutan liar,
  5. Tuna Wisma,
  6. Penggusuran,
  7. Kebakaran,
  8. Bencana Alam,
  9. Kenaikan Sembako,
  10. Narkoba,
  11. SEKS Bebas.
    KESIMPULAN : 

           Bahwa pendidikan ILMU SOSIAL DASAR (ISD) sangat diperlukan masyarakat terutama mahasiswa karena masih banyak masyarakat yang kurang pengetahuan tentang ilmu sosial dasar dan banyaknya masalah-masalah sosial  lainnya yang terus bermunculan. Dan dengan dipelajarinya ilmu sosial dasar diharapkan mahasiswa mampu menunjukkan jati diri positif mereka sehingga berguna dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya dan tidak terjerumus oleh masalah-masalah sosial yang sangat merugikan, serta mengurangi munculnya masalah-masalah sosial.

Masalah Sosial

Dalam kehidupan manusia yang bersetatus sebagai makhluk sosial, manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah sosial. Masalah sosial pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia karena masalah sosial telah terwujud sebagai hasil kebudayaan manusia itu sendiri, sebagai akibat dari hubungan-hubungannya dengan sesama manusia lainnya. Masalah-masalh sosial pada setiap masyarakat manusia berbeda satu sama lain karena adanya tingkat perkembangan kebudayaan dan masyarakatnya yang berbeda serta lingkungan alamnya. Masalh-masalh tersebut terwujud sebagai: masalh sosial, masalah moral, masalah politik, masalah agama mdan masalah lainnya.

Yang membedakan masalah-masalah sosial dari masalah lainnya adalah masalah-masalah sosial selalu ada kaitannya yang dekat dengan nilai-nilai moral dan pranata-pranata sosial, serta selalu ada kaitannyadengan hubungan-hubungan manusia dan dengan konteks normatif dimana hubungan-hubungan manusia itu terwujud
Pengertian masalah sosial ada dua, pertama pendefinisian menurut umum dan kedua menurut para ahli. Menurut umum atau warga msyarakat bahwa segala sesuatu yang menyangkut kepentingan umum adalah masal;ah sosial. Menurut para ahli masalah sosial adalah suatu kondosi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarakan studi mereka yang mempunyai sifat dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan.

    Ilmu sosial dasar bukanlah suatu disiplin ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri, tetapi hanyalah suatu pengetahuan mengenai aspek yang paling dsasar yang ada dalam kehidupan manusia sebagai makhluk sosial dan maslah-masalah yang terwujud daripadanya. Istilah pengetahuan mempunyai engetahuan yang menunjuan adanya kelonggaran dalam batas dan kerangka berfikir dan penalaran, maka istilah ilmu pengetahuan telah digunakan karena mencakup suetu pengertian mengenai suatu sistem berfikir dan penalaran yang mempunyai suatu kerangaka pendekatan mengenai masalah-masalah yang menjadi asasaran perhatiannya.
   
    Ilmu sosial dasar menyajikan suatu pemahaman mengenai hakikat manusia sebagai makhluk sosial dam masalah-malahnya dengan menggunakan suatu kerangka pendekatan yang melihat sasaran studinya tersebut sebagai suatu masalah obyektif dan juga menggunakan kacamata subyetif. Dengan menggunakan kacamata obyektif, berarti konsep-konsep dan teori-teori berkenaan dengan hakikat manusia dan masalah-masalahnya yang telah dikembangkan

dalam ilmu-ilmu sosila akan digunakan sedangkan dengan menggunakankacamata subyektif, maka masalah-masalah yang dibahas tersebut akan dikaji menurut perspektif masyarakat yang bersangkutan, dan yang dibandingkan dengan pengkaji ilmu sosial dasar. Diharapkan dengan gabungan kacamata obyektif dan subyektif ini, akan mewujudkan adanya kepekaan mangenai masalah-masalah sosial yang disertai denagn penuh rasa tanggung jawab dalam kedudukannya sebagai warga masyarakat ilmiah, warga masyarakat dan negara Indonesia.

4. Kebudayaan, Masyarakat, dan Masalah-Masalah Sosial
Kebudayaan didefinikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami dan menginterpratasiakan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi mewujudkan tingkah lakunya. Kebudayaan dalam hal ini dapat dilihat sebagai mekanisme kontrol bagi kalakuan dan tindakan-tindakan sosial manusia.

Lebih lanjut bahwa kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaa-perasaan dan emosi-emosi serta menjadi sumber bagi sistem penilaian mengenai hal yang baik dan yang buruk, berharga atau tidak berharga. Sedangakan masyarakat dapat didefinikan sebagai suata sistem yang terdiri atas peranan-peranan dan kelompok-kelompok yang saling berkaiatan dan salingpengaruh-mempengaruhi, yang dalam mana tindakan-tindakan dan tingkah laku sosial manusia diwujudkan .
[Mukhlish muchad Fuadi: 3rd Semester 2007]